Bali Retreat for Teachers: Belajar dari Praktik Baik

Pendidikan akan menjadi lebih bermakna jika guru tidak berhenti belajar dan mencari inspirasi.

Pada 6–7 Agustus 2026, dua guru Al-Amanah bersama dengan Kepala Yayasan Al-Amanah, Ibu Rita Raora, berkesempatan mengikuti ZeroSeiProject: Retreat for Teachers di Bali. Program ini mempertemukan para pendidik untuk melakukan studi banding sekaligus mendalami filosofi dan praktik pembelajaran yang terinspirasi dari pendekatan Reggio Emilia.

Selama dua hari, peserta mengunjungi Green School, ProEd Global School, dan Bloom Boutique Atelier untuk melihat bagaimana pembelajaran berlangsung di sekolah tersebut–untuk kemudian kami refleksikan dengan apa yang sudah berjalan di Sekolah Al-Amanah.

Pendekatan Reggio Emilia menjadikan bahan alam sebagai media belajar sehari-hari. Anak-anak tidak hanya belajar tentang alam, tetapi juga bersama alam. Proyek-proyek siswa dikerjakan dengan cara memanfaatkan sumber daya yang ada di sekitar, dan pada akhirnya memberi manfaat kembali bagi lingkungan. Misalnya, project siswa terkait penelitian dan kemudian pemanfaatan serat pelepah pisang sebagai material konstruksi yang digunakan langsung untuk bangunan sekolah. Ada pula project siswa berupa pemanfaatan limbah botol beling sebagai bahan baku ubin/lantai. Pendidikan dan keberlanjutan (sustainability) berjalan beriringan.

Hal lain yang menjadi refleksi adalah proses pembelajaran yang tidak berorientasi pada hasil akhir. Setiap progress dan tahapan yang dilalui anak menjadi catatan tersendiri bagi guru. Guru memberi ruang bagi rasa ingin tahu, eksplorasi, kolaborasi, dan proses berpikir setiap anak. Ini sebetulnya telah diterapkan dalam pendidikan di Sekolah Al-Amanah, di mana para guru berusaha selalu mengapresiasi setiap karya dan kerja anak. Proses belajar yang bermakna seringkali lahir ketika anak diberi kesempatan untuk bertanya, mencoba, gagal, memperbaiki, mengamati dan menemukan sendiri.

Lebih daripada murid, sejatinya guru harus banyak belajar. Pada kesempatan ini, guru Al-Amanah bersama dengan Kepala Yayasan Al-Amanah memperkaya perspektif, merefleksikan praktik yang telah dijalankan di sekolah, dan terus mencari cara agar pengalaman belajar anak-anak di Al-Amanah semakin hidup, relevan, dan bermakna.

Karena pendidikan yang baik tidak pernah berhenti berkembang—dan guru yang terus belajar akan lebih siap mendampingi anak menghadapi masa depannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *